![]() |
| Kuasai dunia dengan Entrepreneur |
Oleh Aulia Mulya Dewi
Musim
sekolah semester ganjil hampir usai. Sama seperti tahun lalu, kali ini kita
menaksir apa yang terjadi pada pendidikan di Indonesia. Tetapi tentang perihal
pendidikan sekolah, tidak jelas benar apa sesungguhnya yang sedang kita ratapi.
Apakah itu tentang mutu pendidikan? Tentang tidak nyambung-nya pendidikan dengan rekontruksi Indonesia? Tentang tak
terkaitnya persekolahan dengan pertumbuhan ekonomi? Ataukah tentang pertanyaan
“untuk apa pendidikan sekolah?”
Semua itu
bisa dilihat dari keterserapan lulusan SMA, SMK, dan Perguruan Tinggi. Tidak
peduli apakah itu lulusan sekolah negeri ataupun swasta. Pada kenyataannya
masih banyak pengangguran di Indonesia. Padahal
sangat jelas kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah dapat dimanfaatkan
sedemikian rupa. Apakah itu dengan mengelola sebuah perusahaan yang
memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) ataupun dengan berwirausaha.
Tentang
wirausaha, bukankah Rasulullah SAW mencontohkan kepada umat islam untuk
berdagang? Lalu mengapa masih banyak orang ogah-ogahan
untuk berwirausaha? Itu karena masih rendahnya jiwa wirausaha di Indonesia.
“Bangsa kita masih senang menjadi karyawan, baik pegawai swasta maupun negeri.
Belum banyak yang berkeinginan terjun di bidang wirausaha,” kata H. Dadang M.
Naser, Bupati Bandung (Pikiran Rakyat 8/12).
Jiwa
wirausaha (etrepreneur) bangsa
Indonesia masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan Singapura atau
Malaysia. Dari jumlah penduduk Indonesia sekarang yang mencapai lebih dari 200
juta jiwa, baru 2 persen yang bergerak di bidang wirausaha. Sementara Singapura
sudah mencapai 17 persen dan Malaysia sudah mendekati angka 11 persen.
Kendati
begitu, tidak jarang jika studi kewirausahaan di terapkan di sekolah kejuruan
ataupun perguruan tinggi. Pelajaran kewirausahaan pada dasarnya adalah
praktiknya,bukan sekedar teori. Berdasarkan penelitian, mash banyak siswa atau
mahasiswa yang ogah-ogahan untuk berwirausaha. Gengsi di kalangan sekolah
ataupun perguruan tinggi masih sangat tinggi.
![]() |
| BSI Entrepreneur Center |
Sebenarnya
telah banyak pelatihan-pelatihan dan seminar seminar tentang kewirausahaan.
Apakah itu di sekolah negeri ataupun swasta. Sampai tingkat perguruan tinggipun
diadakan seminar-seminar tersebut. Adapun Perguruan Tinggi Swasta yang
membentuk suatu wadah berwirausaha. Universitas Bina Sarana Informatika (BSI)
salah satunya yaitu dengan BSI Entrepreneur Center (BEC).
Menurut Kepala BEC,
M.Islahudin S.Kom dengan adanya lembaga ini mahasiswa dan alumni BSI, dapat
mengembangkan kegiatan kewirausahaan kampus serta memberikan kesempatan
seluas-luasnya bagi mereka yang mau mengembangkan bisnis sesuai dengan bidang
yang diminati.
Tujuan utama lembaga
yang dipimpinnya adalah untuk memberikan paradigma baru kepada mahasiswa
tentang dunia kewirausahaan. Termasuk menumbuhkan jiwa dan mental kewirausahaan
kepada mahasiswa dan alumni BSI. Selain itu, BEC ditujukan untuk menjadi
fasilitator dan mediator antara dunia kampus dengan dunia usaha, membutuhkan
incubator bisnis kampus, dan memberikan masukan tentang kurikulum kampus.
Selain itu, adapun
peran pemerintah dalam menumbuhkan kaderisasi terhadap mahasiswa (generasi muda)
agar senang berwirausaha atau berkoperasi. Untuk menumbuhkembangkan kehidupan
koperasi sudah begitu banyak kemudahan dalam memperoleh modal dari perbankan.
Persoalan modal itu mudah dicari yang terpenting adalah bagaimana menguasai
pemasarannya.
Jiwa dan
semangat entrepreneur sangat penting diterapkan sejak dini. Dengan adanya
pengetahuan ini, mahsiswa akan dihadapkan suatu pilihan yang tepat baginya
termasuk menciptakan lapangan kerja untuk dirinya dan orang lain. Dengan adanya
pilihan menjadi entrepreneur, seorang mahasiswa akan lebih berkontribusi
terhadap masyarakat lainnya. Sebagai contoh jika 2000 lulusan Perguruan Tinggi
menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mampu mempekerjakan dua atau tiga
orang lainnya, dengan demikian dapat mengurangi pengangguran sebanyak 6000
lulusan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar