![]() |
| Seorang bapak sedang memainkan Karinding |
Oleh: Aulia Mulya Dewi
Pernah mendengar Gedur? Bagaimana dengan Karinding, nama yang mungkin sangat asing di telinga. Kata paling dekat yang mungkin sering didengar adalah kata merinding, sayangnya karinding sama sekali tidak ada hubungannya dengan kata merinding. Jadi, apakah gerangan karinding itu? nama makanan kah? sejenis binatang kah?
Pernah mendengar Gedur? Bagaimana dengan Karinding, nama yang mungkin sangat asing di telinga. Kata paling dekat yang mungkin sering didengar adalah kata merinding, sayangnya karinding sama sekali tidak ada hubungannya dengan kata merinding. Jadi, apakah gerangan karinding itu? nama makanan kah? sejenis binatang kah?
Karinding
adalah sebuah alat musik khas sunda, begitupun dengan Gedur. Namun kini
keberadaannya perlu ditanyakan, khususnya bagi orang sunda. Apakah masih
mengenal alat musik tersebut? Kebanyakan generasi muda suku sunda tidak
mengenal alat musik khas sunda seperti itu.
Ada memang musik-musik
khas sunda itu. Masih ada namun tidak sekental dahulu. Adapun seperti musik
Panayagan atau biasa disebut Gamelan, yang terdiri dari Kendang, Rebab, Goong, Saron, Suling, Kacapi, dan Bonang. Sungguh disayangkan karena musik tradisional itu hanya ada di acara-acara pernikahan, bahkan tidak semua. Karena banyak pesta pernikahan yang dilakukan di gedung ataupun masjid.
Panayagan atau biasa disebut Gamelan, yang terdiri dari Kendang, Rebab, Goong, Saron, Suling, Kacapi, dan Bonang. Sungguh disayangkan karena musik tradisional itu hanya ada di acara-acara pernikahan, bahkan tidak semua. Karena banyak pesta pernikahan yang dilakukan di gedung ataupun masjid.
Berdasarkan
survey terhadap Mahasiswa FIKOM Universitas BSI Bandung, dalam daftar main/ playlist musik di handphonenya sangat jarang ada musik
sunda. Adapun hanya lagu pop sunda modern seperti lagunya Kustian-Budak Jalanan
atau Darso.
Bukan hanya
alat musik tradisional, sama saja halnya dengan bahasa sunda.Pada kenyataannya
masih banyak orang sunda, yaitu keturunan sunda asli namun tidak mengenal
bahasa sunda. Sulit memang “anak-anak jaman sekarang taunya yang kasar,” ujar
Irvan, mahasiswa FIKOM Universitas BSI Bandung.
Sungguh
ironi, padahal banyak orang sunda asli, menurut irvan, mereka seperti itu karena
terbawa arus globalitas. Kendati begitu kebudayaan sunda itu suatu tradisi turun
temurun yang harus dilestarikan, karena budaya itu adalah jatidiri orang sunda.
Sebenarnya
musik sunda itu bisa dikatakan tidak punah, karena sampai sekaranh masih
dilestarikan. Contohnya sekarang ini ada komunitas-komunitas seperti Karindig
Attack (Karat) da Karinding Militan (Karmila). Mereka adalah anak-anak muda dari
komunitas underground Bandung yang melestarikan alat musik sunda tradisional
seperti, Kariding, celempung, haleuang, dan masih banyak lagi.
Karena
komunitas tersebut, bahkan mereka juga melestarikan aksara sunda yang selalu
diadakan setiap hari jumat di gedung Indonesia Menggugat. Kegiatan tersebut
dilakukan secara cuma-cuma. Sedangkan soal masalah bahasa sunda itu sebaiknya
dibudayakan dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Sebenarnya bahasa sunda
bukan hanya menjadi muatan lokal saja, namun penerapannya masih kurang.
Menurut
Adityarahman, Mahasiswa FIKOM BSI, secara tidak langsung bahasa sunda sudah
menjadi bahasa utama meskipun belum menggunakan undak-unduk basa yang benar di Kota Bandung ini. Tinggal bagaimana
kita melestarikan dan menjaganya saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar