Senin, 28 November 2011

Masjid Mini Kampus BSI Bandung

Oleh: Aulia Mulya Dewi

Pada sejarah islam, masjid memiliki peranan yang sangat penting. Masjid tidak identik sebagai tempat ibadah saja, dimana umat islam melakukan shalat, dzikir, membaca Al-Quran, dan itikaf semata. Masjid juga difungsikan untuk membangun sebuah peradaban besar dunia. Salahsatunya adalah masjid kampus yaitu masjid yang berada di lingkungan suatu lembaga pendidikan tinggi. Warga lembaga pendidikan tinggi tersebut merupakan jamaahnya. 
Masjid Salman ITB

Jika kembali ke masa lalu, perkembangan masjid kampus pertama di Indonesia adalah Masjid Salman ITB (Institut Teknologi Bandung). Masjid dengan arsitektur unik tersebut dirancang pada tahun 1964 oleh Achmad Noe`man. Sebagai masjid kampus pertama tentu tidak mudah, karena saat itu Indonesia masih dalam keadaan labil selepas kemerdekaan Indonesia.

Sehingga pada pembangunan masjid kampus tersebut sangatlah sulit. Untuk membuat perizinan sempat dipermaslahkan oleh dosen ITB. Pada akhirnya perizinan tersebut sampai disahkan oleh Soekarno. Bahkan nama “Salman” sendiri diberikan oleh presiden Indonesia pertama itu sebagai kecocokan dengan bangunan masjid dan bagi lingkungan kampusnya, Institut Teknologi Bandung.

Nama Salman merujuk pada seorang teknokrat brilian sahabat Nabi asal Persia Salman Al-Farisi yang mengusulkan gagasan menggali tanah pada perang khandaq (parit) sehingga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menahan serangan musuh pada waktu itu.

Setelah masjid yang berdiri terletak di jalan ganesha no. 10 itu selesai, maka disusul oleh masjid kampus lain. Sehingga hampir di setiap perguruan tinggi negeri terdapat sebuah masjid kampus. Hal tersebut terus berlanjut hingga sekarang. Kendati begitu, tidak semua perguruan tinggi terdapat masjid kampus.

Pada kenyataannya ada beberapa perguruan tinggi swasta yang tidak memiliki masjid kampus. Sebagai contoh di Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Bandung. Kampus yang berdiri kokoh di jalan Sekolah Internasional ini tidak memiliki sebuah masjid kampus, padahal masih banyak lahan yang sangat luas untuk dibangun sebuah masjid.

Impian untuk memiliki sebuah masjid kampus di Universitas BSI ternyata telah di niatkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fastabiqul Khairat (FK). Menurut Agung Rachmat, ketua UKM FK, ada donator langsung dari Arab Saudi untuk membangun masjin. Kendati begitu, masih ada kendala masalah perizinan tanah.

Tanah tempat berdirinya kampus BSI ini hanya hak guna pakai saja. Pemilik tanah itu adalah yayasan ARS Internasional. Oleh karena itu, BSI tidak memiliki hak untuk membangun sebuah masjid. Harapan untuk membangun sebuah masjid masih belum bisa terealisasikan.

Mushala Universitas BSI Lt. 3
Selama ini BSI memiliki mushola yang terletak di lantai 3 gedung utama BSI. Sehingga mahasiswa tak perlu jauh-jauh ke masjid di luar kampus, karena letak mushala yang strategis. Tak usaah muluk-muluk mengharapkan sesuatu yang belum ada, sebaiknya memanfaatkan fasilitas yang ada. Sebut saja mushola BSI kini adalah “Masjid Mini Kampus BSI Bandung”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar