Senin, 12 Desember 2011

Apakah Marah Memiliki Nilai Positif?

Oleh : Sarah Dibiya P.

Kebanyakan orang mengindentikan Emosi marah dengan pengaruh yang negatif namun sebenarnya marah juga memiliki nilai positif untuk kehidupan. Disini kita akan mebahas semua hal yang terkait dengan emosi marah.
Emosi marah merupakan salah satu jenis emosi yang dianggap sebagai emosi dasar dan bersifat universal (umum). Selain sebagai bentuk ekspresi emosi, marah juga merupakan satu bentuk komunikasi. Adakalanya orang lain baru mengerti maksud yang ingin kita sampaikan ketika kita marah. Tanpa marah, orang lain malah menganggap kita main-main atau tidak serius. Dalam hal ini, tentunya juga berkaitan dengan masalah budaya. Dalam budaya masyarakat tertentu, suatu bentuk ekspresi seseorang akan dianggap sebagai bentuk ekspresi marah sedangkan dalam budaya masyarakat lain dianggap biasa-biasa saja, salah satu contoh konkretnya adalah logat bahasa.
Ada banyak hal yang bisa memicu munculnya marah. Mulai dari merasa tertekan, terhina, terhambat, dibatasi, dicegah, frustrasi, diperlakukan berbeda, sampai adanya penyimpangan norma. Anda mungkin marah jika dihina, dimaki dan disepelekan. Misalnya Anda dimaki tidak becus, pecundang, goblok, dan lainnya. Anda mungkin marah jika keinginan Anda tidak tercapai atau sesuatu tidak terjadi seperti yang Anda inginkan.
Setelah melalukan pengamatan di kampus Universitas BSI Bandung ternyata ada beberapa hal yang dapat memicu emosi marah. Rasa kecewa dan kesal terhadap dosen yang berhalangan hadir padahal mahasiswa sudah mengerjakan tugas dengan susah payah sampai-sampai tidak tidur semalaman.
Awalnya hanya kecewa tetapi akan meningkat menjadi emosi negatif yaitu marah. Mahasiswa akan ngedumel sepanjang jalan karena mereka merasa tugasnya tidak dihargai sama sekali oleh dosen tersebut. Ada beberapa dampak negatif  dari hal kecil, seperti semangat belajar mahasiwa berkurang , menimbulkan rasa tidak suka terhadap dosen tersebut dan kekesalan yang berujung amarah.
A.    Tanda – Tanda seseorang sedang  Marah
1. Secara Fisik
Muka merah, pandangan tajam, nafas pendek, keluar keringat dan tekanan darah meningkat.
2. Secara Emosional
Merasa terganggu, menentang, jengkel,dendam, meremehkan, dan merasa kuat.
3. Secara Social
Perilaku keras, ejekan atau humor yang tidak konsruktif, penolakan atau menarik diri..
4. Kognitif
Mendominasi, bawel, cerewet,sarkasme, berdebat dan meremehkan
5. Secara Spiritual
Ingin menang sendiri, tidak bermoral dan atau kreatifitas terhambat.
B.    Kerugian Marah Yang Tidak Sehat
1. Perasaan tidak tenang.
2. Keadaan diri sendiri / lingkungan menjadi tidak menyenangkan.
3. Merasa lelah.
4. Habis energi.
5. Orang lain menjadi sakit hati.
6. Banyak musuh.
7. Tidak punya teman.
8. Merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
C.    Manfaat Mengungkapkan Marah Secara Konstruktif
1. Masalah terselesaikan.
2. Beban pikiran berkurang.
3. Kegiatan sehari – hari tidak terganggu.
4. Tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
5. Banyak teman.
6. Tidak menyakiti orang lain dan energi tidak habis dengan percuma.
Selain merugikan ternyata emosi marah memiliki nilai positif. Tetapi jangan sering-sering marah, karena marah dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Hasil penelitian Harvard Medical School menunjukkan hal tersebut. Orang yang paling mudah marah berpeluang tiga kali lipat untuk memiliki penyakit jantung.
 Marah-marah pada usia muda merupakan prediktor yang baik terhadap terjadinya serangan jantung hari tua. Semakin tinggi marahnya maka semakin tinggi resikonya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar