![]() |
| Potret Irvan Oke |
karena urusan keluarga dia pindah sewaktu dia baru kelas 5. Dia pindah rumah ke Bandung tepatnya di daerah Bandung Utara yang lebih dikenal dengan sebutan Dago. Dia melanjutkan sekolahnya di SD Coblong 1 dan di sana Ia mulai menemukan teman-teman yang sangat baik, namun karena mereka harus berpisah karena harus masuk SMP. Dia memilih SMP Negeri 20 Bandung dan masih tinggal di Dago, kembali Ia menemukan teman-teman yang sangat baik disana, satu semester berjalan dan keaadan ekonomi keluarganya sedang terpuruk. Terpaksa waktu itu ayahnya menjual rumah yang terletak di Dago untuk menyambung hidup dan untuk biaya persalinan ibunya yang sedang hamil adiknya yang bungsu. Keluarganya kembali pindah rumah, mereka sekeluarga pindah ke daerah Ujung Berung, Bandung dengan mengontrak rumah yang lebih kecil. Keadaan di sana sangatlah tidak baik, dari orang tuanya yang selalu bertengkar, kakaknya yang selalu mabuk-mabukan dan pada waktu itu posisinya sangat terjepit. Mereka kembali pindah rumah dan menempati rumah yang dulu pernah mereka tempati, situasi waktu itu benar-benar sangatlah sulit dan makanpun seadanya. Jika makan enak itu pun hanya dari belas kasih saudara mereka, dan ada saudara dari ibunya yang ingin mengangkat Dia sebagai anaknya karena saudara ibunya tidak punya laki-laki dan dengan berat hati mengijinkan saudaranya itu untuk mengangkatnya sebagai anak kandung. Dia hidup enak, makan gratis, uang jajan setiap hari, iuran sekolah yang selalu di bayarkan. Tapi dia berpikir kalau Dia tidak akan selamanya hidup menumpang dan Ia pun kembali ke keluarganya pada kenaikan kelas 2 SMP. Pada awal kelas 2 SMP dia mulai mengenal dengan alkohol, narkoba, geng motor, dll. Mungkin karena tekanan hidupnya yang Ia alami dan lingkungaan yang sangat mendukung untuk berbuat hal-hal negative tersebut. Dia pun menjadi anak yang nakal suka melawan kepada orang tua, dan sekolah yang terabaikan. Pada kelas 3 SMP dia berpikir bahwa tidak mau hidup seperti ini terus, dan dia pun mulai lupa pada barang-barang haram tersebut. Dia pun mulai beranjak dewasa memulai sekolah Menengah Atas di SMA TAMAN SISWA Bandung. Dan di sana dia mulai berteman dengan teman-teman yang lumayan baik, dia terbilang pendiam waktu duduk di kelas 1 SMA. Sewaktu kelas 2 SMA, keluarganya kembali bermasalah dan nyaris saja kedua orang tua nya berpisah tapi beruntung bisa dipertahankan. Roda memang berputar mungkin pepatah itu pas buat keluarganya. Ekonomi keluarganya sedang baik dan mungkin serba kecukupan dan Dia pun bisa berkuliah di Universitas Swasta ternama di kota Bandung. Bodohnya Dia, Dia hanya kuliah 4 semester dengan alasan karena mata kuliahnya yang sangat sulit, dan teman-teman kuliah yang sangat Individualis. Dia sempat menganggur dan bekerja serabutan menjadi kuli panggul di sebuah Event Organizer, upah yang dia dapat cukup lumayan untuk meringankan beban orang tua. Dia keluar dari pekerjaan tersebut dan kembali kuliah di Universitas BSI Bandung, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Hari pertama kuliah dia sempat minder karena mungkin dia yang paling tua di kelas, tapi banyak juga yang seangkatan dengannya. Dia berkenalan dengan mereka mungkin mereka baru lulus semua, terlihat dari tingkah lakunya masih seperti anak- anak SMA yang masih labil jiwanya, Dia mengerti hal tersebut. Dan inilah kehidupan seorang Irvan Oke Hendayan yang selalu berputar seperti roda..

paur bohong euy..
BalasHapusaslina...
BalasHapus